Ingat Lah Masa Kecil Mu Agar Kamu Tahu Cita-Cita Mu

acara nya tidak mendidik, isi nya film orang dewasa, anak kecil sok-sok dewasa bagitu lah cara orang tua kita yang berada diatas 55 tahun mendefiniskan pertelevisian zaman sekarang. Dulu mungkin sekitar 20 atau 15 tahun silam, masih ingatkah saat minggu pagi tontonan kita adalah chibi marukochan, doraemon, dilanjut ninja khatori. Semua film nya berbasis keluarga perjuangan dan kesetia kawanan, meskipun ada bumbu-bumbu cinta didalam nya tapi bukan sisi itu yang ditonjolkan. Kisah nya berbicara bagaimana seorang teman mau berbagi berkorban untuk teman-teman nya. Nilai nya sangat kaya, Bagaimana sebuah kejahatan itu pada akhirnya mendapatkan sangsi, hidup sukses dibentuk dari sebuah kerja keras dan kerja cerdas.

Sekarang coba sekali-kali membuka televisi dipagi hari minggu juga apa yang kita temui? film anak-anak bergendre dewasa, adegannya tak luput dari kekerasan dan percintaan. dan setiap pagi minggu kebiasaan masa kecil kita turun kepada adik anak ataupun ponakan. sebagun tidur mereka nangkring di depan telvisi. Saat kita kecil ketika melihat doraemon dan ninja khatori yang terfikir di benak kita adalah saya tidak ingin bodoh seperti nobita, saya ingin gesit seperti ninja khatori, saya ingin membantu banyak orang, dan paling sering andakan saja ada pintu kemana saja agar pulang sekolah tidak usah jalan kaki, sekali buka pintu langsung sampai kerumah.

kalau sekarang kita mencoba berhibernetik kepada adik anak atau ponakan kita, apakah kira-kira yang mereka fikirkan? ehhmm untuk sebuah catatan penting ketika ditanya apa cita-cita mereka, mereka menjawab “aku ingin jadi princess” hmmmm saat itu lah saya merasa sedih. Dulu kalau ditanya apa cita-cita kita akan menjawab jadi polisi, dokter, presiden, guru, pilot. ya minimal kita punya cita-cita yang ter ukur. lah kalau princes gimana cara ngukur nya? kalau dokter guru pilot ditanya mau jadi dokter apa dimana kapan bisa terjawab dan terukur. nah masalahnya kalau jadi princes mau jadi princes apa, kapan, dan dimana. disebelah mana di indonesia ini yang masih ada kerajaan.

oleh karena itu bukan nya saya mau mengkritik pertelevisian indonesia, kerne sejujurnya pertelevisian bukan ranah saya, saya orang kecil yang tak mungkin menjangkau sistem kekuasaan masa kini, apa lagi koorporasi media bisa ludes saya. bisa saja saya beride kreatif dengan menggalang seluruh persatuan orang tua dan mahasiswa se indonesia kemudian menprotes televisi-televisi yang menayangkan princes2 tadi. Tapi nanti sudah saya pastikan dibelakang nya ada yang berkata lah kalau kami tidak menayangkan itu kami dapat uang dari mana, sampean merasakan ngak? gimana kalau keluarga sampean ngak dapat uang denga apa akan hidup. lah kan kalau udah main uang saya menyerah saja lah.

yang saya tahu kalau ponakan dan anak saya lahir nanti tontonannya discovery channel atau yang semacam nya lah, agar dia bermimpi untuk menyelematkan bumi ini. atau mungkin saya kumpulkan semua anak-anak kecil lalu saya buat layar tancap saya akan cekoki mereka dengan film-film yang merusak lingkungan dan moral, agar mereka bermimpi menjadi orang-orang yang memimpin negri ini dengan kearifan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s